8. Aug, 2016

Hidup Ini Indah, Dewa 19

Johanes Chandra Ekajaya kali ini akan mengeluarkan sebuah titah, oh bukan sedikit sharing maksudnya kepada kamu semua mengenai sebuah hal yang memang tidak akan pernah kamu dapatkan di pelajaran sekolah, atau juga mungkin di lingkungan teman teman kamu atau bahkan di lingkungan keluarga mu. Karena memang banyak dari kita yang tidak merefleksikan hidup dan hanya menjalaninya seperti biasa saja. Ini mengerikan sebenarnya saudara saudaraku semua, sebab hidup ini hanya singkat dan satu kali saja, kita harus bisa memaknai hidup ini sendiri jika kamu ingin mendapatkan sebuah hidup yang begitu indah dan menjalaninya dengan nyaman. Lalu bagaimana agar kita semua bisa menghargai hal tersebut? Berikut adalah pemikiran dari Johanes Chandra Ekajaya mengenai cara memandang dan menghargai hidup, sehingga hidup ini akan menjadi lebih indah untuk di jalani. Tak melulu pemikiran pemikiran kotak kotak yang telah di ciptakan selama ini menghadapi aturan norma norma yang ada.

Hidup ini indah, dan selanjutnya terserah kamu saja. Indah tak ada patokan atau parameternya, semua ini datang dari dalam hati kita masing masing. Bagaimana cara kita menghadapi hidup ini sendiri, bagaimana ini bisa menjadi benar benar indah, bagaimana seharusnya kamu menjalani hidup ini. Bukan berarti kita harus menutup diri kita dari sesama, melainkan menjalani hidup ini dari diri kita sendiri. Jika kata dewa 19 hidup ini memang benar benar indah jika bisa selalu bersama mu, itu adalah satu ungkapan yang tidak bisa di sangkal juga sebenarnya, sebab hidup ini indah bukan karena apa yang menjadi tolak ukur yang ada di masyarakat sekarang ini, yang apa apa selalu di ukur dengan materi, tolak ukur kesuksesan adalah materi belaka, padahal sebenarnya banyak sekali hal yang dapat di lakukan selain hal tersebut.

Dengan uang kamu memang bisa melakukan apa saja yang pengen kamu lakukan. Di jaman sekarang ini hampir semua kegiatan di bisniskan dengan uang. Untung saja Tuhan ini adalah seorang yang maha baik. Uang tidak selalu di jadikan hal untuk membayar, tidak seperti manusia yang selalu serakah dengan uang yang mereka inginkan. Mereka siap melakukan apa saja termasuk menjual aset Tuhan demi mendapatkan Tuhan. Sebenarnya sejak dunia ini diciptakan, kiamat juga sudah diciptakan dari rasa sifat serakah manusia yang akan menghancurkan dunia ini. Padahal sebab sebelum kita semua terlahir, Tuhan menciptakan dunia ini secara gratis, apa yang ada di dunia ini tercipta buat kita semua, buat kita nikmati bersama sama, namun kenapa pada akhirnya justru hanya manusia manusia serakah saja yang berbuat demikian, sehingga perbedaan perbedaan dan penjajahan terjadi dimana mana.

Sekarang tinggal bagaimana cara kita menikmati hidup itu tadi seperti yang telah diungkapkan oleh Johanes Chandra Ekajaya di paragraph awal tadi. Jika memang sebenarnya apa yang kita butuhkan sudah tersedia, lalu sebenarnya apa saja yang kita inginkan tersebut? Itu hanya sebuah akal akalan kapitalisme saja. Sebenarnya apa yang kita butuhkan sudha tersedia semua oleh alam. Meski sebenarnya di jaman sekarang ini menjadi pahit sekali untuk di jalani. Mengapa kita harus membayar semua itu, kenapa harus ada negara yang menaungi tanah kita. Padahal kita terlahir juga bukan karena keinginan kita sendiri. Seperti kita tidak dapat menyangkal diri kita untuk terlahir dan menghadapi sesuatu yang begitu berat dan menyeramkan ini. Ini seperti sebuah musibah.


Tags : #Johanes Chandra Ekajaya, #Chandra Ekajaya