10. Aug, 2016

Jangan Sampai Urusan Dunia Menutup Jalan ke Allah

Sampai sekarang masih ga ngerti kenapa masih ada aja orang yang doyannya ngeledek fisik orang lain yang menurutnya kurang sempurna. Bukannya yang cipatakan kita itu adalah Dzat yang sama? Bukannya kalo kita ngeledek ciptaanNya itu juga sama dengan melakukan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnyan ngeledek penciptanya? Sedangkan bukankah udah ditegaskan kalau manusia itu makhluk sempurna dan sebaik-baiknya bentuk.

Mungkin masih banyak org yang bersembunyi di balik kata "bercanda". Lalu apa ada jaminan bahwa objek ledekan ga sakit hati? Johanes Chandra Ekajaya rasa masih banyak hal yang yang pantas jd bahan bercandaan selain kondisi fisik seseorang.  ini benar-benar melalaikan kita dari segala bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul. Bagaimana tidak, ketika kita sibuk dengan segala model dan bentuk urusan duniawi, kita seringkali meremehkan shalat dengan melakukan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya menunda-nundanya, mengulur-ulur waktunya, dan bahkan banyak yang shalat di penghujung akhir waktu.

Entah Johanes Chandra Ekajaya  sadar atau tidak, padahal yang memberi kita hidup, yang memberi kita rezeki, yang menolong kita disaat sempit, hanya Allah. Boleh jadi diantara kita hafal diluar kepala tentang apa saja rukun iman dan rukun Islam. Boleh jadi kita merasa sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya sebagai seorang muslim atau seorang mukmin. Terkadang sebagian diantara kita merasa santai karena merasa sudah beragama Islam sejak lahir dan bahkan merasa sudah cukup karena ngaji tajwidnya fasih, hafal beberapa juz Al-Qur'an bahkan hafal seluruh juz atau ada juga yang merasa sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya aman krn yakin seyakin-yakinnya kalau Allah itu satu-satunya tuhan dan Muhammad adalah nabi dan rasul yang terakhir.

Akan tetapi, benarkah kita saat ini seaman itu? Sesantai itu? Seremeh itu utk menjadi seseorang dengan melakukan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya label muslim atau mukmin yang sebenarnya?
Apakah kita sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya benar2 faham esensi rukun Iman yang kita hafalkan tersebut? Apakah kita sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya benar2 faham esensi rukun Islam yang kita hafalkan tersebut? sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya sesuaikah sluruh amalan yang kita jalani sebagai aplikasi dari rukun Iman dan rukun Islam?

Ternyata masih banyak saudara kita atau bahkan kita sendiri belum benar-benar faham atau bahkan salah faham. Begitu sedetail itu kah? Iya. Kita sebagai umat Islam benar-benar dituntut utk memahami prinsip-prinsip agama ini dengan melakukan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya benar. Karena ini hal mendasar yang mempengaruhi seluruh amalan dan aqidah kita selanjutnya. Kalau dasarnya sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya salah, maka akan sulit dibenahi kedepannya.

Terlepas dari apa yang kita lakukan sehari-hari banyak orang yang menganggap dirinya sudah melakukan hal yang benar tanpa melihat dampak jangka panjang yang nanti nya, memang tak semua ornag mempedulikan masa depan mereka hanya memikirkan kepuasan yang akan terjadi sekrang dan esok, tapi tak melihat bahwa banyak tanatangan di depan mata yang siap menerkam  hati dan kesabaran Johanes Chandra Ekajaya. Tak sedikit memang yang menilai bahwa kita hidup di dunia yang fana ini hanya lahs ementara bahkan bagi mereka penguasa dunia mungkin tidak pernah mengenal apa itu hari akhir, sangat ironis melihatnya bukan.


Tags: #Johanes Chandra Ekajaya, #Chandra Ekajaya