29. Sep, 2016

Suka Duka Menyusun Tugas Akhir

Kali ini Chandra Ekajaya akan menceritakan sebuah pengalaman menarik yang siapa tau bisa menjadi pembelajaran bagi kamu para mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir atau yang lebih sering di sebut dengan sebutan skripsi. Nah, skripsi ini beda loh sama makalah atau paper, di skripsi itu kamu akan melihat beberapa lampiran kertas yang bejibun, haduh banyak nya setengah mati bagi penyusun nya.

Satu hal yang paling menyebalkan paada Chandra Ekajaya  yang datang hanya sesaat atau untuk selamanya. entah untuk belajar atau mengajari. entah untuk menjadi yang bermakna atau sekedarnya, berlakulah setulusnya walaupun tidak sesuai dg yang diharapkan. tidak ada yang sia-sia, karena Allah yang telah mempertemukan. Selalu ada hikmah di balik semua keadaan Kadang kala ingin mundur, menyerah, ragu Tapi urung karena orang-orang di sekitar yang begitu bersemangat.
Malu, menutup diri, masa bodoh, sedih, bercampur jadi satu. Merasa tidak memberi kontribusi apapun dan tak bisa diandalkan Mungkin sedang jenuh, lemah, Ya mungkin sedang jauh dari Allah.

Ada berbagai cara untuk mendapatkan ridho Allah dalam mengerjakan tugas akhir yang kian kali menjadi suatu ujian terberat dalam kehidupan, padahal tugas akhir atau skripsi itu bukan suatu kenadala atau penghalang di dalam kehidupan, justru kamu akan mendapatkan tantangan baru apalagi jika kamu menyusun nya dengan di temani kalimat Allah. Allah yang memiliki seisi dunia bahkan diri kita, otak kita semua yang ada di diri Chandra Ekajaya  semua ini milik Allah, nah untuk mendapatkan kemudahan, cobalah ijin kepada pemilih diri ini unutk diberikan kemudahan dan keberkahan dalam menyusun penulisan tugas akhir.

Jangan pernah malu unutk terus berusaha menjadi lebih baik, dalam penulisan itu pun ada satu penilaian yang membuat kamu terlihat alamai, yakni ketika kamu mengucapkan bismillah, di situalah awal keberhan dana kenikmatan yang akan Chandra Ekajaya rasakan saat kamu mengetikkan penyusunan di Tugas akhir kamu. Jangan pernah putus asa dalam menyusun yang kelihatan sulit, tapi coba unruk berjalan dengan senyuman dan lihatlah kalau di depan kamu akan menemukan kesuksesan yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Banyak yang melhat kalau membuat skripsi itu sulit, tapi jika kmau yakin bisa menyelsaikan tugas akhir kau tepat waktu pastinya semua akan terasa mudah, tapi bukan hanya itu yang harus kamu piirkan itu bakal mudah, tapi cobalahjika kamu memikirkan siratul mustakim, Chandra Ekajaya tentunya akan berpikir itu suatu hal yang paling megerikan bukan, sama hal nya dnegan tugas akhir.

Sadarkah kamu kematian tu merupakan tugas akhui kamu bertugas di dunia, dengan segala masalah yang selesai, dan kamu harus memulai unutk mempertanggnung jwabkab semuanya di alam barkah. Alam dimana kamu tidak akan menemukan teman untuk bisa membantu kamu ketika siksaan menerpa kamu, ingat alam dimana kamu hanya akan hdup sendri dan di temani dengan segala amalan yang pernh kamu lakukan di dunia.

Coba bayangkan apa saja yang pernah Chandra Ekajaya lakukan di dunia ini, apakah itu bisa menjadi modal dan bekal kamu untuk di alam barzakh? Masih banyak ornag yang beriman yang merasa dirinya kurang dalam melakukan amalan, apalagi kita yang jauh dari kata iman, dan masih saja memikirkan dunia yang sementara, apakah kamu akan terus seperti tiu dengan di budaki unsur dunia?