Home

11. Aug, 2016

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang demam sekali akan film Korea Drama yang begitu seru dan asik untuk diikuti alur ceritanya dan jelas ketimbang dari pada menonton sinetron buatan sendiri. Johanes Chandra Ekajaya, juga setuju jika kebanyakan dari orang Indonesia lebih suka menonton film Korea Drama ketimbang Sinetron lokal.

Misalnya saja kita lihat sinetron yang bertebaran memang menjadi daya Tarik sendiri bagi para konsumen para penikmat film di Indonesia khususnya ibu-ibu rumah tangga. Namun ternyata pasalnya, kehadiran Korea Drama telah mengubah hal itu semua. Jika Johanes Chandra Ekajaya, seperti alur cerita atupun konsep.

Sinetron di Indonesia semakin tidak asik dan tidak jelas alurnya akan dibawah kemana dan bertujuan kemana. Maka dari itu banyak sekali para ibu rumah tengga lebih memilih menonton film Korea Drama ketimbang sinetron. Johanes Chandra Ekajaya, juga suka menonton film-film Korea drama, karna itu lebih jelas ceritanya dan alurnya lebih jelas kemana walaupun mempunyai episode yang cukup singkat.

Ketimbang sinetron yang ber episode-episode namun tidak jelas dan tidak tau alurnya ceritanya akan bertuju kemana dan akan menjadi apa film tersebut. Tapi jika kita menyukai Korea Drama sih sah-sah saja namun jangan terlalu fanatik yang membuat rugii diri kalian sendiri. Kira-kira dampak apa yang akan ditimbulkan tersebut? Berikut diantarannya

1. Kamu Bakal Baper atau Kebawa Perasaan Seharian Penuh

Film korea drama memang identik dengan sebuah perasaan ataupun semua yang dirasakan oleh peyuka film kora drama akan terasa dan kebawa kedunia nyata. Itu semua berkat akibat alur cerita yang bisa dibilang bagus dan telatur serta adegan dan aksi-aksi par aktor dan aktris yang membuat film korea Drama ini menjadi luar biasa.

Apalagi jika ada adegan yang bisa dibilang sangat menyentuh hati, karna film korea Drama memang lebih dikenal dengan adegan-adegan yang bisa dibilang membuat penonton terbawa dan sedikit baper ataupun kebawa perasaan ketika menonton film korea drama tersebut.

2. Khayalan dan Harapan yang Terlalu Tinggi Akan Menyelimuti Kalian

Hal yang satu diperuntukan bagi kalian para wanita, banyak sekali orang yang setelah menonton film Korea Drama lebih memikirkan khayalan ataupun hal yang bernganangan dalam mimpi mereka setelah menonton film Korea Drama kesukaan tersebut. Hal tersebut karena kalian terlalu terpesona dengan aktor dan aktris yang ada pada Korea Drama tersebut.

Korea Drama memang dikenal dengan aktor dan aktris yang tampan-tampan dan bisa dibilang tidak ada lecetnya sama sekali itu orang. Namun ingat mereka hanyalah orang biasa yang bisa saja kalian lakukan seperti mereka jika kalian mempunyai niat dan kemauan yang besar untuk berubah dan menjadi lebih baik lagi.

3. Lupa Waktu Ketika Menonton Film Korea Drama

Ini alasan terbukti mengapa menonton film Korea Drama itu, sangat menghabiskan waktu banget dan menguras waktu banget. Bayangkan saja satu episode film Korea Drama ini bersekitar 1 sampai 1 jam lebih, sedangkan untuk satu total Film Korea Drama. Itu bersekitar 16 episode sampai 21 episode. Terbayang bukan berapa waktu yang diperlukan untuk menonton sebuah film Korea Drama secara habis.

Namun guys itu semua bisa ditepis, jangan terlalu fokus untuk menghabiskan film korea drama tersebut dalam waktu seharian. Pastinya kalian juga butuh yang namanya untuk rapih-rapih rumah ataupun hal yang lainnya.

Tags : #Johanes Chandra Ekajaya, #Chandra Ekajaya



10. Aug, 2016

Sampai sekarang masih ga ngerti kenapa masih ada aja orang yang doyannya ngeledek fisik orang lain yang menurutnya kurang sempurna. Bukannya yang cipatakan kita itu adalah Dzat yang sama? Bukannya kalo kita ngeledek ciptaanNya itu juga sama dengan melakukan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnyan ngeledek penciptanya? Sedangkan bukankah udah ditegaskan kalau manusia itu makhluk sempurna dan sebaik-baiknya bentuk.

Mungkin masih banyak org yang bersembunyi di balik kata "bercanda". Lalu apa ada jaminan bahwa objek ledekan ga sakit hati? Johanes Chandra Ekajaya rasa masih banyak hal yang yang pantas jd bahan bercandaan selain kondisi fisik seseorang.  ini benar-benar melalaikan kita dari segala bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul. Bagaimana tidak, ketika kita sibuk dengan segala model dan bentuk urusan duniawi, kita seringkali meremehkan shalat dengan melakukan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya menunda-nundanya, mengulur-ulur waktunya, dan bahkan banyak yang shalat di penghujung akhir waktu.

Entah Johanes Chandra Ekajaya  sadar atau tidak, padahal yang memberi kita hidup, yang memberi kita rezeki, yang menolong kita disaat sempit, hanya Allah. Boleh jadi diantara kita hafal diluar kepala tentang apa saja rukun iman dan rukun Islam. Boleh jadi kita merasa sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya sebagai seorang muslim atau seorang mukmin. Terkadang sebagian diantara kita merasa santai karena merasa sudah beragama Islam sejak lahir dan bahkan merasa sudah cukup karena ngaji tajwidnya fasih, hafal beberapa juz Al-Qur'an bahkan hafal seluruh juz atau ada juga yang merasa sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya aman krn yakin seyakin-yakinnya kalau Allah itu satu-satunya tuhan dan Muhammad adalah nabi dan rasul yang terakhir.

Akan tetapi, benarkah kita saat ini seaman itu? Sesantai itu? Seremeh itu utk menjadi seseorang dengan melakukan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya label muslim atau mukmin yang sebenarnya?
Apakah kita sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya benar2 faham esensi rukun Iman yang kita hafalkan tersebut? Apakah kita sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya benar2 faham esensi rukun Islam yang kita hafalkan tersebut? sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya sesuaikah sluruh amalan yang kita jalani sebagai aplikasi dari rukun Iman dan rukun Islam?

Ternyata masih banyak saudara kita atau bahkan kita sendiri belum benar-benar faham atau bahkan salah faham. Begitu sedetail itu kah? Iya. Kita sebagai umat Islam benar-benar dituntut utk memahami prinsip-prinsip agama ini dengan melakukan hal yang lebih baik lagi dari sebelumnya benar. Karena ini hal mendasar yang mempengaruhi seluruh amalan dan aqidah kita selanjutnya. Kalau dasarnya sudah melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya salah, maka akan sulit dibenahi kedepannya.

Terlepas dari apa yang kita lakukan sehari-hari banyak orang yang menganggap dirinya sudah melakukan hal yang benar tanpa melihat dampak jangka panjang yang nanti nya, memang tak semua ornag mempedulikan masa depan mereka hanya memikirkan kepuasan yang akan terjadi sekrang dan esok, tapi tak melihat bahwa banyak tanatangan di depan mata yang siap menerkam  hati dan kesabaran Johanes Chandra Ekajaya. Tak sedikit memang yang menilai bahwa kita hidup di dunia yang fana ini hanya lahs ementara bahkan bagi mereka penguasa dunia mungkin tidak pernah mengenal apa itu hari akhir, sangat ironis melihatnya bukan.


Tags: #Johanes Chandra Ekajaya, #Chandra Ekajaya

9. Aug, 2016

Meskipun banyak orang yang tau tentang keburukan Johanes Chandra Ekajaya, itu tidak akan menghentikanku untuk menyampaikan kebaikan Karena pada dasarnya apa yg ku sampaikan itu adalah untuk diriku sendiri Berbagai macam ujian akan menimpa orang yg beriman, namun semua itu tidak akan menyebabkan dia semakin jauh dari Allah, justru akan semakin mendekatkannya Allah sangat menyayangi dan mengasihi hamba-Nya, tetapi banyak sekali yang mengkhianatinya dengan mengingkari perintah-Nya,

Begitu pun Rasulullah saw. yang sangat mencintai umatnya, tetapi banyak yg mengkhianati cintanya dengan mengingkari sunnahnya Wahai saudaraku, mari kita usaha, untuk tidak menjadi pengkhianat Allah dan Rasul-Nya, demi keselamatan hidup kita di dunia dan akhirat. Allah tidak memerintahkan Johanes Chandra Ekajaya untuk menjadi miskin atau kaya, Allah memerintahkan kita untuk menjadi hamba-Nya yang bertakwa, Karena orang yang bertakwa, akan senantiasa taat dalam keadaan apapun Perintah Allah itu memang berlawanan dengan hawa nafsu, bersabarlah, semua itu tidak akan lama.

Jika mampu bersabar, surga jaminannya Setiap orang mempunyai pilihan, dan pastinya pilihan setiap orang akan berbeda
Selama itu tidak keluar dari koridor syari'at, kita hanya perlu berbagi dengannya tanpa menjatuhkan pilihannya Dakwah itu untuk menguatkan iman, supaya dia bisa berpegang teguh mengamalkan Agama (ilmu Agama) dalam kehidupan sehari-hari, karena ilmu itu harus diamalkan, bukan hanya dikaji Menuntut ilmu itu wajib, tetapi mengamalkannya juga wajib Orang cerdas akan berusaha untuk mengamalkan ilmunya sehingga ilmunya akan menyebabkan dia semakin dekat dengan Allah, bukan menjadi penyebab dia semakin jauh dengan Allah karena tidak mau mengamalkan ilmunya (bermalas-malasan, dan banyak alasan).

Salah satu yang akan ditanya adalah tentang Ilmu, apakah sudah diamalkan atau hanya sebagi catatan dan akhirnya hanya menjadi lembaran-lembaran usang ?
Mari kita sama-sama belajar dan mengamalkan, mumpung masih ada waktu seumur hidup meskipun ada saatnya kita harus sedikit bersusah payah Kamu tidak perlu menjadi raksasa untuk mempunyai hati yang besar Tidak perlu bisa terbang agar terlihat hebat
Tidak perlu menjadi supermen untuk bisa membantu banyak orang. Cukup menjadi diri sendiri saja, perbaiki keburukannya dan tingkatkan kebaikannya.

Karena Johanes Chandra Ekajaya tidak bisa menjadi orang lain, kamu mempunyai keunikan tersendiri untuk melakukan apapun, dan kamu pasti mampu melakukannya Seperti seseorang yang akan pergi ke suatu tempat, tetapi dia tidak tau arahnya, lalu dia diberi petunjuk oleh seseorang yang tau arahnya, orang yang cerdas dia akan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh seseorang yang tau arahnya itu, untuk sampai kepada tempat yang ditujunya. Begitu juga dengan kita, apabila ingin mencapai Ridho Allah, ikuti petunjuk seseorang yang paling paham dalam hal Agama (Islam) ini, yaitu Rasulullah saw. Tidak selamanya segala sesuatu yang kita rasakan di hati, diungkapkan dengan kata-kata.
Begitu juga dengan seseorang yang terlihat cuek atau tidak peduli, mungkin saja dia memiliki banyak do'a dan rencana yang indah untukmu.

Bukan saatnya lagi untuk berpikir negatif apalagi kamu hanya menilai dari satu sisi yang belum tentu jelas di mata, kenapa harus terus merasa paling benar, itulah alesan mengapa manusia ada di dunia ini, tidak ada masalah maka bumi ini tidak akan ada penghuni nya. Sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik Lebih baik sedikit-sedikit tapi pasti dan terus meningkat Jangan sampai, cintamu menjadi senjata bagi setan untuk menghancurkanmu.

 

Tags : #Johanes Chandra Ekajaya, #Chandra Ekajaya

 

8. Aug, 2016

Johanes Chandra Ekajaya kali ini akan mengeluarkan sebuah titah, oh bukan sedikit sharing maksudnya kepada kamu semua mengenai sebuah hal yang memang tidak akan pernah kamu dapatkan di pelajaran sekolah, atau juga mungkin di lingkungan teman teman kamu atau bahkan di lingkungan keluarga mu. Karena memang banyak dari kita yang tidak merefleksikan hidup dan hanya menjalaninya seperti biasa saja. Ini mengerikan sebenarnya saudara saudaraku semua, sebab hidup ini hanya singkat dan satu kali saja, kita harus bisa memaknai hidup ini sendiri jika kamu ingin mendapatkan sebuah hidup yang begitu indah dan menjalaninya dengan nyaman. Lalu bagaimana agar kita semua bisa menghargai hal tersebut? Berikut adalah pemikiran dari Johanes Chandra Ekajaya mengenai cara memandang dan menghargai hidup, sehingga hidup ini akan menjadi lebih indah untuk di jalani. Tak melulu pemikiran pemikiran kotak kotak yang telah di ciptakan selama ini menghadapi aturan norma norma yang ada.

Hidup ini indah, dan selanjutnya terserah kamu saja. Indah tak ada patokan atau parameternya, semua ini datang dari dalam hati kita masing masing. Bagaimana cara kita menghadapi hidup ini sendiri, bagaimana ini bisa menjadi benar benar indah, bagaimana seharusnya kamu menjalani hidup ini. Bukan berarti kita harus menutup diri kita dari sesama, melainkan menjalani hidup ini dari diri kita sendiri. Jika kata dewa 19 hidup ini memang benar benar indah jika bisa selalu bersama mu, itu adalah satu ungkapan yang tidak bisa di sangkal juga sebenarnya, sebab hidup ini indah bukan karena apa yang menjadi tolak ukur yang ada di masyarakat sekarang ini, yang apa apa selalu di ukur dengan materi, tolak ukur kesuksesan adalah materi belaka, padahal sebenarnya banyak sekali hal yang dapat di lakukan selain hal tersebut.

Dengan uang kamu memang bisa melakukan apa saja yang pengen kamu lakukan. Di jaman sekarang ini hampir semua kegiatan di bisniskan dengan uang. Untung saja Tuhan ini adalah seorang yang maha baik. Uang tidak selalu di jadikan hal untuk membayar, tidak seperti manusia yang selalu serakah dengan uang yang mereka inginkan. Mereka siap melakukan apa saja termasuk menjual aset Tuhan demi mendapatkan Tuhan. Sebenarnya sejak dunia ini diciptakan, kiamat juga sudah diciptakan dari rasa sifat serakah manusia yang akan menghancurkan dunia ini. Padahal sebab sebelum kita semua terlahir, Tuhan menciptakan dunia ini secara gratis, apa yang ada di dunia ini tercipta buat kita semua, buat kita nikmati bersama sama, namun kenapa pada akhirnya justru hanya manusia manusia serakah saja yang berbuat demikian, sehingga perbedaan perbedaan dan penjajahan terjadi dimana mana.

Sekarang tinggal bagaimana cara kita menikmati hidup itu tadi seperti yang telah diungkapkan oleh Johanes Chandra Ekajaya di paragraph awal tadi. Jika memang sebenarnya apa yang kita butuhkan sudah tersedia, lalu sebenarnya apa saja yang kita inginkan tersebut? Itu hanya sebuah akal akalan kapitalisme saja. Sebenarnya apa yang kita butuhkan sudha tersedia semua oleh alam. Meski sebenarnya di jaman sekarang ini menjadi pahit sekali untuk di jalani. Mengapa kita harus membayar semua itu, kenapa harus ada negara yang menaungi tanah kita. Padahal kita terlahir juga bukan karena keinginan kita sendiri. Seperti kita tidak dapat menyangkal diri kita untuk terlahir dan menghadapi sesuatu yang begitu berat dan menyeramkan ini. Ini seperti sebuah musibah.


Tags : #Johanes Chandra Ekajaya, #Chandra Ekajaya

5. Aug, 2016

Apakah Hidupmu Sudah Behagia? Yuk Temukan Disini

Kebehagian dalam sebuah hidup merupakan sebuah hal yang semua orang ingin mencarinya didunia ini. Segala upaya hingga perjuangan dilewati olehnya, dengan cara yang berbagai rupa dan cara yang berbeda-beda pada setiap manusia. Sama halnya seperti Johanes Chandra Ekajaya, yang juga berupaya melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan kebehagian tersebut.

Selain itu juga ada juga yang memang benar0benar sudah behagia dalam hidupnya, selain itu juga ada juga yang berpura-pura behagia dalam hidup yang mereka jalani. Hal tersebut menurut Johanes Chandra Ekajaya, wajar-wajar saja. Karna semata mereka hanya masih berusaha untuk menemukan kebehagian yang sesuguhnya.

Memang kita sebagai umat manusia, sama halnya seperti Johanes Chandra Ekajaya, tidak mengetahui apakah sudah behagiakah kita didunia ini. Walaupun seperti itu kita harus berusaha untuk berjuang dan menemukan arti kebehagian dalam hidup yang kita jalani. Kira-kira apakah kalian sudah menemukan kebahagian yang kalian cari didunia ini? berikut hal-hal yang sudah dipastikan bahwa kalian sudah menemukan kebehagiaan didunia ini.

1. Orang yang Behagia Mampu Menyukuri Proses Bangkit Dari Kegagalan

Mereka yang sudah menemukan kebagiaan dalam hidupnya tersebut. Akan lebih kebal dengan yang namanya kegagalan dan kesialan dalam hidup yang mereka jalani. Walaupun didalam hati mereka pasti akan merasakan sakit yang bisa dibilang sakit dalam ketepurukan yang menyebabkan dampak besar kedepannya.

Namun sekakit apapun mereka segagal apapun mereka seburuk apapun mereka dalam menjalankan hidup yang telah mereka tuju. Orang yang sudah menemukan kebehagiaan pastinya akan terus berusaha untuk tegar dan selalu mencoba hal-hal baru dan tidak pantang menyerah.

2. Mereka yang Behagia Lebih Memilih Mencecap Pengalaman Ketimbang Materi

Bagi mereka yang sudah menemukan kebegiaan dalam hidup mereka. Pastinya dia akan memutuskan untuk memilih sebuah pengalaman dari pada maeri semata. Karna jika kita melihat sesuatu hanya dari segi materi saja bisa dibilang kita tidak akan bisa hidup didunia ini dengan nyaman dan tentram.

Tapi bukan berarti kalian tidak membutuhkan yang namanya trever dan gadget untuk menunjang gaya dan hidup kalian. Kar hal itu sah-sah saja, Tapi segudnag pengalaman yang akan kalian dapatkan itu lebih berarti dari jumlah uang yang sudah kalian dapati. Karna dari sebuah pengalaman kita bisa tau akan yang namanya seorang teman ataupun seorang musuh dalam hidup kita.

3. Belajar Merupakan Keseharian Mereka

Mereka yang belajr bisa diartikan sudah menemukan kebagiaan dalam hidup mereke. Namun banyak sekali orang yang mengartikan belajr ialah orang yang belajar didepan bukan dan hanya bertugas mambaca hingga memakai kacamata berukuran besar. Hal tersebut merupakan salah besar, jika kita simpulkan.

Belajar sendiri merupakan sebuah ketidak kemungkinana yang bisa lakukan itu akan menjadi mungkin kita lakukan. Belajar juga tidak harus selalu didepan bukan didepan buku dan membacanya bukan. Belajar juga bisa dari kegiatan kita sehari-hari dan aktivitas kita sehari-hari. Misalnya saja dari yang kita liaht sehari-hari yang bisa menjadi pelajaran untuk hidup kita kedepannya. Selain itu juga setiap wawasan yang ada disekitar kita bisa menjadi ilmu tambahan bagi kita sendiri untuk menambah pengetahuan kita.

Hinggal membagikan budaya baru kepada setiap orang ataupun setiap teman-teman kita bisa menjadi solusinya. Sehingga kita bisa terus meningkatkan pengetahuan kita dan bersemangat dan terus berkembang menjadi manusia yang lebih baik untuk kedapannya dan berguna bagi masyarakat sekitar.

 

Tags : #Johanes Chandra Ekajaya, #Chandra Ekajaya